Image Description

Publikasi

Karya Ilmiah Mahasiswa

Pencarian Spesifik

Pengunjung

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny F Di Desa Kwayangan Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni I Kabupaten Pekalongan E-Skripsi UMPP - Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Detail Record


Kembali Ke sebelumnya

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY F DI DESA KWAYANGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGWUNI I KABUPATEN PEKALONGAN

Pengarang : Munazilah, Risqi Dewi Aisyah, Supar

Kata Kunci   :Hamil dengan Anemia ringan dan Bersalin dengan Kala I Lama dan KPD

Kematian ibu dibagi menjadi dua yaitu kematian langsung dan kematian tidak langsung. Kematian ibu langsung adalah sebagai akibat dari komplikasi kehamilan, persalinan atau nifas, dan segala intervensi atau penanganan yang tidak tepat dari komplikasi tersebut. Kematian ibu yang tidak langsung merupakan akibat dari penyakit yang sudah ada atau penyakit yang timbul sewaktu kehamilan yang berpengaruh tehadap kehamilan misalnya malaria, anemia, HIV AIDS, dan penyakit kardiovaskuler (Prawiroharjo 2014, h.54). Berdasarkan Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018, prevelansi anemia pada ibu hamil di indonesia sebesar 48.9% dan kejadian anemia pada ibu hamil usia 25-31 tahun yaitu sebesar 33.7%. Pemberian tablet Fe di indonesia pada tahun 2018 kurang dari 90 butir sebesar 61.9% sedangkan jumlah lebih dari 90 butir sebesar 38.1%. Presentasi ini mengalami penurunan dibandingkan pada tahun 2012 yaitu sebesar 85%. Pemerintah sudah berupaya melakukan program penanggulangan anemia pada ibu hamil yaitu dengan memberikan 90 Tablet Fe. Kepada ibu hamil selama periode kehamilan dengan tujuan menurunkan angka anemia pada ibu hamil, tetapi kejadian anemia masih tinggi (Kementrian Kesehatan RI, 2013) Beberapa faktor yang dapat menyebabkan terjadinya anemia kehamilan diantaranya gravida, umur, peritas, tingkat pendidikan, status ekonomi dan kepatuhan konsumsi tablet Fe (Keisnawati, dkk, 2015). Pada saat hamil tubuh akan mengalami perubahan yang sangat signifikan, jumlah darah tubuh meningkat sekitar 20-30 %, sehingga memerlukan peningkatan kebutuhan zat besi dan vitamin untuk membuat Hemoglobin (Hb). Ketika hamil tubuh akan memproduksi lebih banyak darah untuk berbagi dengan bayinya. Tubuh memerlukan darah hingga 30% lebih banyak dari pada sebelum hamil (Noverstiti, 2012). Selain rentan mengalami anemia ibu hamil juga beresiko memiliki kelainan letak pada janin, salah satunya adalah letak sungsang. Letak sungsang merupakan malpresentasi yang sering dijumpai sebelum usia kehamilan 28 minggu, kejadiannya berkisar 25-30% dan sebagian besar akan berubah menjadi presentasi kepala setelah usia kehamilan 35 minggu. (Journal Of Applied Health Research and Development, 2019). Penyebab letak sungsang salah satunya juga terjadi pada kasus kehamilan dengan volume air ketuban berlebihan (Rahmatullah 2019, h.226). Pada ibu hamil trimester III akan mengalami ketidaknyamanan berupa sering buang air kecil (BAK) hal ini dapat memberikan efek samping pada organ reproduksi dan juga dapat berpengaruh pada kesehatan bayi ketika sudah lahir. Dari hasil penelitian Damayanti tahun 2019 di salah satu Bidan Praktik Mandiri (BPM) Pekanbaru sebanyak 48% dari 405 ibu hamil trimester III mengalami keluhan sering BAK (Damayanti, 2019). Persalinan adalah proses alamiah yang dialami seorang wanita pada akhir proses kehamilannya. Faktor yang memepengaruhi persalinan adalah power, passage, pesegger (Rujati dan umar, 2018). Hasil Riskesdas 2018 memperlihatkan tempat persalinan paling banyak digunakan yaitu rumah sakit (baik pemerintah maupun swasta) dan praktik tenaga kesehatan). Sedangkan Proporsi terbesar penolong persalinan tertinggi yaitu bidan sebesar 62,7% dan dokter kandungan sebesar 28,9%. Sedangkan Kecenderungan proporsi persalinan di fasilitas kesehatan pada perempuan umur 10-54 tahun menurut di provinsi Jawa Tengah pada tahun 2013-2018 adalah sekitar 79,3% (Riskesdas, 2018 h.161) Ketidaksiapan menghadapi proses persalinan akan menimbulkan rasa takut dan cemas pada ibu. Hal ini dapat menyebabkan terjadinya proses persalinan yang lama atau biasa disebut dengan partes macet / tidak maju yang dapat membahayakan keselamatan ibu dan janin (Yurizal, 2018). Data dan fakta dilapangan kala I yang baik sering ditemukan hambatan atau kendala. Kendala tersebut antara lain karena ibu merasa kelelahan pada saat meneran waktu kala I. Hal ini akan membuat perpanjang waktu kala I dan Kala II (Halimatussakdiah, 2017). Menurut teori dari persalinan kala I dikatakan memanjang apabila berlangsung lebih dari 24 jam primi dan 18 jam pada multi. Kala I laten yang memanjang, uterus cenderung berada pada status yang hypertonik. Hal ini akan menimbulkan konttraksi yang tidak adekuat dan hanya ringan (Kurang dari 15mmHg pada layar monitor), sehingga menyebabkan kontraksi uterus tiddak efektif. Fase aktif memanjang apabila kualitas dan durasi kontraksi bagus tetapi apabila terjadi dilatasi yang lemah maka kontraksi akan menjadi jarang dan lemah serta dilatasi dapat berhenti (Manuaba, 2010). Periode pasca persalinan meliputi masa transisi kritis bagi ibu, bayi, dan keluarga secara fisiologis, emosional dan sosial. Selama masa nifas perlu mendapat perhatian lebih dikarenakan angka kematian ibu 60% terjadi pada masa nifas. Pelayanan kesehatan ibu nifas harus dilakukan minimal tiga kali sesuai jadwal yang dianjurkan, yaitu pada enam jam sampai dengan tiga hari pasca persalinan, pada hari ke empat sampai dengan hari ke-28 pasca persalinan, dan pada hari ke-29 sampai dengan hari ke-42 pasca persalinan (Profil Kesehatan, 2018 h.121). Cakupan kunjungan nifas (KF3) di Indonesia menunjukkan kecenderungan mengalami peningkatan dari 17,9% pada tahun 2008 menjadi 85,92% pada tahun 2018 (Profil Kesehatan , 2018 h.122). Asuhan tidak hanya diberikan kepada ibu, tapi juga sangat diperlukan oleh bayi baru lahir (BBL). Pada masa neonatal (0-28 hari) terjadi perubahan yang sangat besar dari kehidupan di dalam rahim dan terjadi pematangan organ hampir pada semua sistem. Bayi hingga usia kurang satu bulan merupakan golongan umur yang memiliki risiko gangguan kesehatan paling tinggi dan berbagai masalah kesehatan bisa muncul, Indikator yang menggambarkan upaya kesehatan yang dilakukan untuk mengurangi risiko kematian pada periode neonatal yaitu 6-48 jam setelah lahir adalah cakupan Kunjungan Neonatal Pertama atau KN1 (Profil Kesehatan , 2018 h.132). Sedangkan untuk kunjungan neonatal idealnya dilakukan 3 kali yaitu pada umur 6-48 jam, umur 3-7 hari, dan umur 8-28 hari (Profil Kesehatan, 2018 h.132). Berdasarkan dari Data Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan tahun 2019 diketahui jumlah ibu hamil sebanyak 17.465 dari 27 puskesmas yang berada di Kabupaten Pekalongan. Ibu hamil yang mengalami anemia sebesar 5,87% (1.025 ibu hamil), ibu hamil yang mengalami kehamilan dengan letak sungsang sebesar 2,46% (461 ibu hamil) jumlah ibu hamil di Puskesmas Kedungwuni I selama satu tahun terakhir pada bulan Januari hingga November 2019, sasarannya sebanyak 931. Berdasarkan uraian diatas penulis tertarik untuk menyusun Laporan Tugas Akhir memberikan dengan judul “Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.F di Desa Kwayangan Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni I pada tahun 2020?” .


Properti Nilai Properti
Organisasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Email admin@umpp.ac.id
Alamat Rektorat : Jl. Raya Ambokembang No. 8 Kedungwuni Pekalongan
Telepon (0285) 785179
Fax (0285) 785555
Tahun 2020
Kota Pekalongan
Provinsi Jawa Tengah
Negara Indonesia