Image Description

Publikasi

Karya Ilmiah Mahasiswa

Pencarian Spesifik

Pengunjung

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.d Di Desa Kedungwuni Timur Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni I Kabupaten Pekalongan E-Skripsi UMPP - Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Detail Record


Kembali Ke sebelumnya

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.D DI DESA KEDUNGWUNI TIMUR WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGWUNI I KABUPATEN PEKALONGAN

Pengarang : Kirana Dwi Prabandani, Suparni, Rini Kristiyan

Kata Kunci   :KEHAMILAN FISIOLOGIS, PERSALINAN NORMAL, PUTING DATAR

Kehamilan adalah kondisi yang fisiologis, namun kehamilan normal dapat berubah menjadi kehamilan patologis. Patologi pada kehamilan merupakan penyulit yang menyertai ibu saat hamil. Ibu hamil yang megalami penyulit dalam kehamilannya mendapatkan asuhan kebidanan yang lebih rutin dan teratur (Pudiastuti 2018, h.45). Ketika proses kehamilan berlangsung akan terjadi perubahan fisik dan psikologis yang bersifat alami. Perubahan ini dapat mempengaruhi kesehatan ibu secara fisik maupun mental. Adapun perubahan fisik yang dialami oleh wanita pada masa kehamilannya. Perubahan tersebut meliputi perubahan-perubahan pada sistem reproduksi serta sistem hormonal dalam tubuh ibu hamil. Perubahan fisik tersebut dapat mengakibatkan perasaan tidak enak atau ketidaknyamanan pada ibu hamil (Mandriwati 2018, h.14). Ketidaknyamanan merupakan suatu perubahan fisiologis yang dialami oleh ibu hamil. Jika ketidaknyamanan tidak segera tertangani, maka ibu akan mengalami kecemasan yang dapat menyebabkan komplikasi pada ibu (Irianti 2014, h. 133). Berdasarkan penelitian Panuntun (2016), ibu hamil yang mengalami ketidaknyamanan trimester 3 sebesar 82,5%. Bentuk ketidaknyamanan yang dialami antara lain kualitas tidur buruk (96,7%), pegal-pegal (77,8%) dan peningkatan frekuensi buang air kecil (96,7%). Selain perubahan fisik, ibu hamil juga mengalami perubahan psikologis. Pada fase inilah ibu perlu mendapatkan support dari keluarga dan juga ibu perlu didampingi oleh bidan agar ibu mengetahui apa saja yang dialaminya dan apakah normal atau tidak (Bartini 2017, h. 47). Berdasarkan penelitian Rahmawati dan Ningsih (2017), sebagian besar ibu hamil mengalami perubahan psikologis pada trimester III. Sebagian besar ibu hamil (66,7%) memiliki pengetahuan yang rendah tentang perubahan psikologis pada kehamilan trimester III. Sebanyak 52,8% ibu hamil memiliki pengetahuan yang rendah tentang dampak perubahan psikologis pada kehamilan. Tujuan utama asuhan kehamilan berfokus pada upaya menyelamatkan ibu dan bayinya, mengurangi kesakitan, kecacatan dan menghindarkan kematian. Mengacu kepada tujuan tersebut, asuhan kehamilan berfokus pada upaya peningkatan/ promosi kesehatan ibu hamil dan pencegahan/ preventif terhadap komplikasi dan penyulit pada masa kehamilan. Dengan demikian mampu menghadapi persalinan, kala nifas, pemberian ASI, dan kembalinya sistem reproduksi secara wajar/normal (Kumalasari 2015, h.8). Asuhan dasar persalinan normal adalah asuhan yang bersih dan aman selama masa persalinan dan setelah bayi lahir dan upaya pencegahan komplikasi perdarahan pasca persalinan, hipotermia pada bayi dan asfiksia. Tujuan utama dari asuhan persalinan normal adalah untuk mencegah terjadinya komplikasi pada ibu maupun bayi, mengurangi kesakitan dan kematian ibu serta bayi baru lahir (Saifuddin 2014, h.334). Periode masa persalinan meliputi masa transisi kritis bagi ibu, bayi dan keluarga secara fisiologis, emosional dan sosial (Saifuddin 2014, h. 334). Sebagian besar wanita pada proses persalinan mengalami perubahan fisik dan psikologis sebagai respon dari apa yang dirasakan dalam proses persalinannya. Perubahan ini dapat digunakan sebagai bahan evaluasi kemajuan persalinan pada pasien. Dukungan serta pelayanan selama persalinan adalah salah satu intervensi yang tepat digunakan untuk mencapai pengalaman melahirkan yang positif (Ilmiah 2015, h.3). Sebagai petugas kesehatan harus memiliki sikap empati dan kesabaran untuk mendukung proses persalinan ibu. Petugas kesehatan harus mampu memenuhi tugas diantaranya mendukung wanita, pasangan dan keluarga selama proses persalinan. Hal ini diperlukan agar ibu yang sedang dalam proses persalinan merasa aman, tenang dan tidak menimbulkan komplikasi pada masa persalinan maupun masa nifas (Sondakh 2013, h.4). Masa nifas merupakan masa yang paling efektif bagi bidan untuk menjalankan perannya sebagai pendidik. Pada masa ini, bidan dapat memberikan asuhan sesuai dengan apa yang dirasakan ibu. Asuhan yang diberikan secara tepat dapat mencegah timbulnya berbagai masalah pada ibu nifas yang mungkin saja akan berlanjut pada komplikasi (Purwanti 2012, h.1). Menurut penelitian Aisyaroh (2020) sebanyak 76% wanita mengalami sedikitnya satu masalah kesehatan delapan minggu setelah melahirkan. Selama masa nifas ibu dapat mengalami rasa tidak nyaman seperti nyeri setelah melahirkan, pebengkakan payudara, konstipasi, hemoroid dan nyeri perineum. Tujuan dari asuhan masa nifas tersebut adalah untuk memulihkan kesehatan ibu, mendapatkan kesehatan emosi, mencegah terjadinya infeksi dan komplikasi, memperlancar pembentukan ASI, agar ibu dapat melaksanakan perawatan masa nifas sampai selesai dan dapat memulihkan bayinya dengan baik (Wulandari 2011, h.3). Penatalaksanaan persalinan dapat dikatakan berhasil apabila ibu dan bayi yang dilahirkan juga dalam keadaan yang optimal, walaupun sebagian besar proses persalinan terfokus kepada ibu (Marmi 2012, h.2). Bayi baru lahir sangat rentan terhadap infeksi mikroorganisme yang terpapar atau terkontaminasi selama proses persalinan berlangsung maupun beberapa saat setelah lahir. Untuk tidak menambah resiko infeksi, maka perlu diberikan asuhan kepada bayi baru lahir (Saifuddin 2014, h.367). Masalah pada bayi yang dapat menyebabkan komplikasi dapat dicegah dengan pelayanan kebidanan yang berkualitas. Pencegahan tersebut dapat dimulai dari bayi baru lahir sampai 1 bulan. Pencegahan yang dapat dilakukan diantaranya perawatan bayi baru lahir dan kunjungan neonatus sesuai dengan kunjungan jadwal neonatus (Putra 2012, h.185). Berdasarkan data dari Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan tahun 2019 menunjukkan jumlah ibu hamil di kabupaten pekalongan sebanyak 17.462, dengan 1,76% diantaranya merupakan ibu hamil dengan komplikasi. Data di Puskesmas Kedungwuni I Kabupaten Pekalongan ibu hamil sebanyak 931 orang, dengan 2,4% diantaranya merupakan ibu hamil dengan komplikasi. Jumlah ibu bersalin di Puskesmas Kedungwuni I selama 4 bulan terakhir bulan Januari hingga April 2020 sebanyak 245 orang, dengan 37,1% mengalami komplikasi sehingga harus dilakukan rujukan dan sebanyak 62,9% dapat bersalin dengan normal di Puskesmas Kedungwuni I. Berdasarkan uraian di atas, untuk mengurangi resiko komplikasi pada ibu hamil, bersalin, nifas dan bbl maka penulis tertarik untuk menyusun Laporan tugas Akhir dengan judul “Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny. D di Desa Kedungwuni Timur Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni I Kabupaten Pekalongan Tahun 2020”.


Properti Nilai Properti
Organisasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Email admin@umpp.ac.id
Alamat Rektorat : Jl. Raya Ambokembang No. 8 Kedungwuni Pekalongan
Telepon (0285) 785179
Fax (0285) 785555
Tahun 2020
Kota Pekalongan
Provinsi Jawa Tengah
Negara Indonesia