Image Description

Publikasi

Karya Ilmiah Mahasiswa

Pencarian Spesifik

Pengunjung

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny.i Di Desa Pekajangan Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni Ii Kabupaten Pekalongan E-Skripsi UMPP - Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Detail Record


Kembali Ke sebelumnya

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY.I DI DESA PEKAJANGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGWUNI II KABUPATEN PEKALONGAN

Pengarang : Ecnes Ernawati Setiana Handayani, Nina Zuhana, Sandi Ary Susiat

Kata Kunci   :Asuhan Kebidanan

Di Indonesia Angka Kematian Ibu (AKI) dan Angka Kematian Bayi (AKB) masih cukup tinggi. Salah satu target dari SDGS (Sustainable Development Goals) pada tahun 2030 adalah mengurangi AKI hingga dibawah 70 per 100.000 kelahiran hidup. Salah satu upayanya yaitu melakukan asuhan terfokus untuk mendeteksi adanya faktor risiko dalam kehamilan (Kemenkes RI, 2018). AKI dan AKB sebagai pengukur dalam menilai keadaan pelayanan obstetri di suatu negara (Riskesdas 2018 h.21). Ada beberapa penyebab AKI yang dapat dibagi menjadi 2 yaitu langsung dan tidak langsung, yakni yang langsung disebabkan karena komplikasi-kompilikasi kehamilan, persalinan dan masa nifas. Faktor penyebab tidak langsung misalnya faktor penyakit, obstetri, antenatal care, transportasi, ekonomi keluarga, status sosial, pendidikan, budaya, status gizi, dan anemia (Sumarni 2014, h.38). World Health Organization (WHO) memperkirakan bahwa 35-37% ibu hamil di Negara berkembang maupun dinegara maju mengalami anemia. Dari hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskedes 2018). Dari data ibu hamil yang mengalami anemia di Indonesia yaitu 48%. Pemberian obat tambah darah 90 tablet tambah darah, dan pemberian obat seperti kalsium dan asam folat pada ibu hamil dan bertujuan untuk menanggulangi AKI, namun kejadian anemia masih tinggi (Kemenkes RI, 2018). Pada kejadian anemia ini masih banyak pada kehamilan trimester II dan trimester III, volume darah dalam tubuh akan meningkat sampai 35%. Angka ini setara dengan 450 mg zat besi untuk memproduksi sel-sel darah merah. Sel-sel itu harus mengangkut oksigen yang lebih untuk memenuhi kebutuhan ibu hamil dan kebutuhan janin, Perbedaan ini terjadi karena zat besi yang dibutuhkan semakin banyak (Mangkuji 2014, h.49). Dampak yang muncul pada ibu hamil yang mengalami anemia bisa mengakibatkan fatal karena pada ibu hamil yang anemis tidak dapat menoleransi kehilangan darah, dampaknya ada beberapa variasi dari keluhan yang sangat ringan hingga muncul gangguan pada kehamilan yaitu bisa terjadi abortus, partus prematur, hambatan dalam tumbuh kembang janin, perdarahan antepartum, dan bisa juga mengakibatkan ketuban pecah dini (Mangkuji 2014, h.48). Asuhan kebidanan pada ibu hamil dengan anemia sedang sangat penting karena dapat terjadinya aboortus, partus prematur, hambatan dalam tumbuh kembang janin, dan bisa juga berakibat perdarahan pada saat setelah melahirkan. Memberikan derajat kesehatan yang tinggi untuk ibu dan janin serta upaya terintegrasi dan lengkap dengan intervensi yang seminimal mungkin agar prinsip keamanan serta kualitas dalam pelayanan dapat terjaga dengan baik. Pada ibu hamil yang mengalami anemia akan berpengaruh saat persalinan karena kadar Hb dapat menyebabkan gangguan his primer dan sekunder, pada gangguan mengejan, dapat terjadi kelelahan, dan salah satunya yang dialami ibu yitu dengan kala II lama. Pada kala II lama merupakan salah satu yang bisa menyebabkan terjadinya mortalitas dan morbilitas ibu, pada persalinan kala II lama ini bisa karena adanya faktor tertentu yang menjadikan ibu dalam persalinan lama. Primipara memiliki faktor yang berisiko 1,7 lebih besar dibandingkan dengan multipara, karena pada kala II lama merupakan suatu yang abnormalitas (Fatoni 2011).Rata-rata persalinan lama kala II yaitu sekitar 9 jam pada primipara tanpa analgesik ragional, dan batas persentil 95 yaitu 18,5 jam. Pada multipara yaitu sekitar 6 jam dengan persentil 95 yaitu 13,5 jam. Persalinan pada waktu saat itu ibu mengalami kontraksi yang teratur dan nyeri setiap 3 sampai 5 menit untuk pembukaan serviks (Prawirohardjo 2014, h.575) Masalah yang bisa terjadi pada kondisi ini merupakan suatu kelainan kongenital yang jarang ditemukan, hymen imperforata sangat jarang terjadi pada suatu kehamilan sampai dengan persalinan, yang berawal dari keluhan dispareunia dan kesulitan untuk melakukan penetreasi. Hymen dengan lubang kecil ini suatu kondisi lubang-lubang kecil yang banyak menutupi seluruh bagian liang vagina. Pada kelainan ini hymen terjadi karena mutasi genetik, pengaruh dari perkembangan embrio, dan terhentinya perkembangan. Pada perkembangan embrio, pada 20 hari setelah melakukan konsepsi akan terbentang dari seluruh genetali (genital ridge) kecuali vulva, uretra dan vagina bagian bawah. Ada beberapa gejala yang mungkin terjadi namun setiap orang mengalami hal yang tidak sama, beberapa orang akan mengalami menstruasi periodik dengan jumlah darah menstruasi yang sedang. Namun ada jumlah besar yang akan menumpuk di bagian vagina terkadang mengalami menarche yang terlambat, dengan keluhan yang utama yaitu nyeri perut periodik dan massa pelvik yang nyeri karena akibat dari hematoma (Nurhari 2018, hh.526-528). Pada masa nifas merupakan setelah persalinan selesai sampai 42 hari atau 6 minggu, pada masa ini perlu adanya pemantauan khusus dari tenaga kesehatan. Asuhan selama masa nifas perlu mendapatkan perhatian khusus karena agar tidak terjadi komplikasi yaitu meliputi kesadaran ibu, mengukur dan memeriksa tanda-tanda vital, dan dianjurkan untuk mobilisasi segera. Pada masa ini organ-organ reproduksi akan kembali secara berangsur-angsur selama kurang lebih 42 minggu (Maritalia 2017, h.1-2). Pada masa neonatus merupakan masa yang penting dan memerlukan perhatian dan perawatan yang khusus, pada masa ini dapat terjadi transisi dari kehidupan didalam kandungan sampai ke kehidupan luar kandungan, hal ini perlu adanya pemantauan yang khusus agar tidak terjadi komplikasi. Transisi yang paling nyata dan cepat yaitu dalam sistem pernafasan dan sirkulasi, pada sistem termoregulasi, dan pada sistem metabolisme glukosa (Deslidel 2012, h.1). Dari data di Kabupaten Pekalongan tahun 2019 jumlah ibu hamil sebanyak 9.944. Data tersebut bahwa ibu hamil dengan anemia di Kabupaten Pekalongan sebanyak 1.025 (10,30%), ibu hamil yang diperoleh dari data Puskesmas Kedungwuni II tahun 2019 yaitu ada 520, dan ibu hamil yang mengalami anemia sebanyak 91 (17,5%). Dari data di RSI PKU Muhammadiyah Pekajangan yang diambil 3 bulan terakhir ada 1 persalinan dengan hymen imperforata, dan data persalinan dengan kala II lama yaitu sebanyak 93. Berdasarkan uraian yang diatas maka penulis untuk menyusun Laporan Tugas Akhir yang berjudul “Asuhan Kebidanan Komprehensif pada Ny.I di Desa Pekajangan Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni II tahun 2020”.


Properti Nilai Properti
Organisasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Email admin@umpp.ac.id
Alamat Rektorat : Jl. Raya Ambokembang No. 8 Kedungwuni Pekalongan
Telepon (0285) 785179
Fax (0285) 785555
Tahun 2020
Kota Pekalongan
Provinsi Jawa Tengah
Negara Indonesia