Image Description

Publikasi

Karya Ilmiah Mahasiswa

Pencarian Spesifik

Asuhan Kebidanan Komprehensif Pada Ny. E Di Desa Pekajangan Wilayah Kerja Puskesmas Kedungwuni Ii Kabupaten Pekalongan E-Skripsi UMPP - Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan

Detail Record


Kembali Ke sebelumnya

ASUHAN KEBIDANAN KOMPREHENSIF PADA NY. E DI DESA PEKAJANGAN WILAYAH KERJA PUSKESMAS KEDUNGWUNI II KABUPATEN PEKALONGAN

Pengarang : Eka Rusdiana Putri, Risqi Dewi Aisyah, Wahyu Ersi

Kata Kunci   :ANEMIA, LETAK SUNGSANG, OLIGOHIDRAMNION

Deteksi dini dapat dilakukan untuk mendeteksi adanya anemia pada ibu hamil, karena pada ibu hamil puncaknya pada usia kehamilan 32 minggu sampai 34 minggu akan mengalami haemodilusi (pengenceran darah) dengan peningkatan volume 30% sampai 40%. Jumlah peningkatan sel darah 18% sampai 30% dan pada hemoglobin sekitar 19%. Pada ibu yang mengalami anemia perlu diberikan peningkatan zat besi dan vitamin untuk membuat haemoglobin (Hb). Ketika hamil tubuh ibu akan membuat lebih banyak darah untuk berbagi dengan janinnya. Sehingga tubuh memerlukan darah hingga 30% lebih banyak daripada ketika sebelum hamil. Untuk mengatasi anemia lebih lanjut maka dilakukan pemberian preparat Fe sebanyak 90 tablet dengan dosis 60 mg pada ibu hamil (Prawirohardjo 2009, h.281). Dampak anemia dalam kehamilan akan berpengaruh terhadap kehamilan seperti: terjadi abortus, perdarahan antepartum, KPD (Ketuban Pecah Dini), persalinan prematuritas. Pada saat persalinan juga dapat terjadi gangguan His (kekuatan mengejan), kala I lama, kala II lama, sehingga dapat melelahkan ibu dan sering memerlukan tindakan operasi kebidanan. Bahaya pada janin yaitu terjadi gangguan pada pertumbuhan dan perkembangan janin dalam rahim, berat badan lahir rendah, dapat terjadi kecacatan bawaan (Manuaba 2010, h.238). Pada kehamilan tidak hanya anemia yang dapat menyebabkan masalah atau penyulit, akan tetapi sungsang juga dapat mempengaruhi proses kehamilan sampai masa persalinan, sungsang terjadi kelainan letak janin sungsang atau bagian teratas adalah kepala, posisi sungsang dapat terjadi pada usia kehamilan 32 minggu karena jumlah air ketuban yang relatif masih banyak sehingga janin masih dapat bergerak bebas. Dari posisi sungsang berputar menjadi posisi melintang lalu berputar lagi sehingga posisi kepala berada dibagian bawah rahim. Frekuensi letak sungsang lebih tinggi pada usia lebih cukup bulan dan presentasi bokong akan berubah menjadi presentasi kepala setelah usia kehamilan 34 minggu. Apabila letak sungsang tidak segera diatasi maka dapat menimbulkan komplikasi saat persalinan seperti komplikasi kesakitan, cacat permanen sampai kematian bayi. Untuk mengatasi terjadinya sungsang lebih lanjut hal ini dapat dilakukan dengan cara mengubah posisi sungsang dengan bersujud atau posisi knee chest sebanyak 3-4 kali selama 10 menit, biasanya bayi akan berputar dan posisi akan kembali normal. Latihan ini akan efektif jika dilakukan pada usia kehamilan kurang dari 37 minggu. Apabila sungsang tidak segera ditangani juga dapat berpengaruh pada kehamilan yaitu juga dapat menyebabkan oligohidranion karena apabila posisi kepala janin diatas maka janin juga dapat menelan air ketuban dan mengeluarkannya kembali dalam bentuk mekonium sehingga nampak seperti siklus, sejak usia kandungan mencapai 12 minggu janin sudah bisa menelan cairan amnion (Manuaba 2010, h.381).


Properti Nilai Properti
Organisasi Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan
Email admin@umpp.ac.id
Alamat Rektorat : Jl. Raya Ambokembang No. 8 Kedungwuni Pekalongan
Telepon (0285) 785179
Fax (0285) 785555
Tahun 2019
Kota Pekalongan
Provinsi Jawa Tengah
Negara Indonesia